Industri fashion sedang menghadapi perubahan besar.
Konsumen tidak hanya bertanya:
“Bagaimana pakaian ini terlihat?”
Mereka juga mulai bertanya:
“Bagaimana pakaian ini dibuat?”
“Dari mana materialnya?”
“Siapa yang membuatnya?”
“Berapa lama produk ini dapat digunakan?”
Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari perkembangan sustainable fashion.
Apa Itu Sustainable Fashion?
Sustainable fashion adalah pendekatan yang berusaha mengurangi dampak negatif fashion terhadap lingkungan dan masyarakat.
Aspeknya luas.
Mulai dari material.
Produksi.
Pekerja.
Transportasi.
Packaging.
Konsumsi.
Hingga akhir masa penggunaan produk.
Slow Fashion
Slow fashion merupakan pendekatan yang lebih menekankan kualitas, longevity, craftsmanship, dan hubungan yang lebih sadar antara konsumen dengan pakaian.
Hal ini berbeda dengan model fashion yang mengandalkan pergantian tren sangat cepat.
2026 dan Craftsmanship
Craftsmanship menjadi semakin relevan.
Vogue World Milano 2026 secara khusus menempatkan artisanal craftsmanship sebagai salah satu tema utama, mempertemukan tradisi kerajinan dengan inovasi teknologi dan masa depan fashion.
Ini menarik untuk Indonesia.
Karena Indonesia sudah memiliki tradisi craftsmanship yang sangat panjang.
Batik dan Tenun
Batik dan tenun merupakan contoh produk yang lahir dari keterampilan.
Ada proses manual.
Ada pengetahuan.
Ada waktu.
Ada manusia.
Lurik sebagai Slow Fashion
Lurik juga memiliki karakter tersebut.
Dalam proses tradisional, kain dapat dibuat menggunakan alat tenun bukan mesin.
Proses tersebut membutuhkan keterampilan penenun.
Karena itu, kain memiliki nilai yang lebih dari sekadar material.
Sustainable Bukan Sekadar Handmade
Namun perlu diperhatikan bahwa handmade tidak otomatis berarti sustainable.
Sustainability harus dilihat secara menyeluruh.
Termasuk:
- Material
- Pewarna
- Limbah
- Energi
- Packaging
- Transportasi
- Kondisi kerja
- Umur produk
Karena itu, brand perlu menyampaikan klaim sustainability secara transparan.
Circular Fashion
Circular fashion mencoba memperpanjang siklus hidup produk.
Misalnya:
- Repair
- Reuse
- Upcycling
- Recycling
- Resale
Konsep ini membuat konsumen melihat pakaian bukan sebagai barang sekali pakai.
Fashion yang Lebih Personal
Sustainable fashion juga memiliki hubungan dengan personal style.
Jika seseorang membeli pakaian karena benar-benar menyukainya dan menggunakannya dalam waktu lama, ketergantungan pada micro-trend dapat berkurang.
Lurik dan Timeless Fashion
Motif lurik memiliki karakter geometris yang relatif timeless.
Garis tidak mudah kehilangan relevansi.
Dengan desain yang tepat, lurik dapat digunakan lintas musim.
Lurik Prasojo
Lurik Prasojo memiliki modal cerita yang kuat.
Ada Pedan.
Ada sejarah tenun.
Ada craftsmanship.
Ada material.
Kemudian ada desain modern.
Kombinasi tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun fashion yang memiliki identitas.
Masa Depan Sustainable Fashion
Fashion masa depan kemungkinan tidak hanya akan ditentukan oleh satu tren.
Konsumen akan mencari keseimbangan antara:
Style.
Quality.
Identity.
Function.
Responsibility.
Di sinilah kain tradisional Indonesia memiliki peluang.
Bukan karena tradisional otomatis sustainable.
Tetapi karena tradisi memberikan fondasi craftsmanship dan identitas yang dapat dikembangkan menjadi sistem fashion modern yang lebih bertanggung jawab.
Temukan Koleksi Lurik Prasojo
Ingin melihat koleksi terbaru Lurik Prasojo dan mendapatkan inspirasi fashion berbahan lurik?
Follow sosial media Lurik Prasojo untuk mengikuti koleksi terbaru, cerita di balik kain, informasi produk, event, dan berbagai inspirasi penggunaan lurik dalam gaya modern. hubugi admin untuk pemesanan (Admin Lurik Prasojo)
Instagram Lurik Prasojo
Katalog : Lurik Prasojo Katalog


